Feature news

Showing posts with label Penipuan. Show all posts

Get 25GB 4G Internet Free, 25gb-4g-free.ga Benar Atau Penipuan

Banyak yang mendapat pesan Seperti ini di Whatsapps:
"Dapatkan 25 GB 4G Internet Gratis (PERCUMA), untuk Registrasi pergi ke http://25gb-4g-free.ga/". 

Pesan di atas tersebar ke setiap orang melalui Whatsapp (WA) terutamanya. Mereka mengklaim bahwa, beberapa orang yang menyelesaikan beberapa langkah sederhana seperti disebutkan di website mereka, akan mendapatkan layanan internet 25 GB 4G.

Saya juga menerima pesan ini dari teman saya. Biasanya saya memeriksa setiap pesan seperti ini, yang terjadi menjadi palsu.

Seperti biasa saya memeriksa pesan ini dan situs mengunjungi situs web mereka.

Tidak seperti Website Scam palsu lainnya, situs ini menolak bahwa HANYA ORANG BEBERAPA AKAN MENDAPATKAN PENAWARAN itu.

Tapi, menurut pendapat saya, yang terbaik untuk menghindarkan diri dari keluhan masyarakat. Situs yang tidak memiliki informasi kontak, alamat, umpan balik, dll.

     
Dari semua ini, kita dapat menggunakan kecerdasan dan memahami bahwa itu bukan situs resmi.

Lebih lebih, URL situs web mereka mengatakan bahwa internet 4G-nya yang mereka berikan, namun situs web mereka Logo menunjukkan internet 3G, lagi bertentangan!

Hal lain yang penting adalah bahwa pada pertama Anda akan harus berbagi promosi mereka ke banyak kontak WhatsApp dan grup, hanya setelah itu Anda akan dapat memeriksa cara kerja situs.

Langkah ketiga mereka berbahaya, karena mereka memberitahu kami untuk menyelesaikan survei, tetapi sebagian besar orang tidak diperingatkan dari situs survei pihak ketiga.

Mereka akan membuat kesepakatan dari kami ketika kami menyelesaikan survei itu, dengan menyetujui bahwa data Anda bisa dijual bagi pemasar.

Ketika Anda menyelesaikan survei, scammers mendapatkan uang, tetapi Anda mendapatkan apa-apa kecuali kehilangan data pribadi Anda.

Satu hal yang juga saya harus beritahukan kepada Anda bahwa, ketika saya menganalisis website, saya memberikan sesuatu seperti ini "# @ # @ # @ # @ # @ #" bukannya nomor telepon saya, tapi mereka membawa saya ke langkah berikutnya tanpa memverifikasi apakah itu nomor telepon yang valid.

Lalu aku bertanya-tanya BAGAIMANA MEREKA DAPAT MEMBERIKAN PENAWARAN INTERNET kepada kita!

Keputusan Final

Menurut pendapat saya ini juga sebuah Scam atau penipuan. Apa yang saya harus beritahukan kepada Anda bahwa, jangan terjebak penawaran palsu seperti ini. Ingat tak semudah itu bagi seorang untuk memberikan sesuatu secara Gratis (PERCUMA).
Learn more »

Lagi Korban Penipuan Rental Kamera Jogja

Rental Kamera, Camera Rental
DICARI ROBY / DAPIT MAHENDRA, 
INDIKASI PENIPUAN & PENGGELAPAN KAMERA & MOTOR.
BERHADIAH 1 JUTA BAGI YANG BISA MEMBANTU MENEMUKAN.

Bismillahirrahmaanirrahim...
 

Semoga dengan adanya surat terbuka ini, setidaknya gerakan terduga terhambat & agar tidak ada lagi yg jadi korban.

Surat terbuka ini insya ALLAH bermanfaat untuk:
1. Rental Kamera dan Mobil dimanapun.
2. Toko Kamera dan Showroom Motor bekas dimanapun.
3. Penjaga Hotel / Ojek dimanapun.


*** YANG DIGELAPKAN adalah
1) CANON 650D Kit 18-55mm (S/N 21098033035317, 219346701315)
2) Motor SUZUKI ARASHI AB-2411-PD (Warna Ungu Putih)


*** KRONOLOGI ***
 

RABU, 18 MEI 2016

1) Sdr ROBY alias DAPIT MAHENDRA (atau entah siapa nama aslinya) menghubungi IFRAME RENTAL KAMERA utk sewa DSLR 650D. Kami menyanggupi dengan syarat harus ada identitas alamat Jogja. Ia menyanggupi karena ada teman di Jogja yang akan membantu.

2) Rabu sore (18/05) ia datang ke IFRAME RENTAL KAMERA utk menyewa bersama teman (ANTON SUSILO). ANTON SUSILO ini ternyata penjaga HOTEL PRAMINDO BERBAH, tempat ia menginap. Penjaga hotel ini dengan polos menjaminkan identitasnya untuk menyewakan DSLR yang dipesan ROBY alias DAPIT MAHENDRA. Artinya segala tanggung jawab hukum dibebankan ke ANTON SUSILO.

KAMIS, 19 MEI 2016
 

1) Siang harinya ROBY alias DAPIT MAHENDRA nomor HPsudah tidak dapat aktif lagi. Kami pun menghubungi ANTON SUSILO untuk klarifikasi. TERNYATA... ANTON SUSILO pun sedang kalang kabut. Motor ARASHINYA dibawa ROBY alias DAPIT MAHENDRA sejak semalam dan belum kembali.

2) ANTON SUSILO pun sudah melaporkan ROBY alias DAPIT MAHENDRA ke Polsek Berbah ATAS DUGAAN PENIPUAN DAN ATAU PENGGELAPAN.

3) Tim IFRAME RENTAL KAMERA sore harinya bertandang ke HOTEL PRAMINDO untuk klarifikasi. Kami mendapati Keluarga ANTON SUSILO yang masih shock. Ia mengaku setengah sadar (mungkin dalam pengaruh gendam) ketika mengantar ROBY aka DAPIT MAHENDRA ke GALERI IFRAME RENTAL KAMERA. Di situ, ia murni hanya membantu (ngojek) mengantarkan seperti lazimnya tamu-tamu lain.

Ia awalnya tidak tahu diajak ke IFRAME utk sewa kamera. Tiba-tiba saja di lokasi ROBY aka DAPIT MAHENDRA meminta identitas ANTON SUSILO yang beralamat Jogja, karena itu syarat sewa di IFRAME.

4) Identitas ROBY alias DAPIT MAHENDRA yang sempat diingat oleh ANTON SUSILO beralamat di Pacitan. Tapi, belum tentu itu benar. Karena ROBY alias DAPIT MAHENDRA berbicara dengan logat SUNDA. Bahkan dari info Travel yang mengantar ke HOTEL PRAMINDO. ROBY alias DAPIT MAHENDRA naik travel dari Hotel Nusantara Cirebon.

Sudah jatuh tertimpa tangga. Dalam kasus ini, IFRAME RENTAL KAMERA rugi kehilangan kamera. Meski kami masih bisa menuntut ANTON SUSILO untuk mengembalikan, karena dia yang meninggalkan identitas & tandatangan nota. Tapi, ANTON SUSILO 2x jadi korban, kehilangan Motor sekaligus Kamera.

Istri ANTON SUSILO juga masih linglung dan tertekan setelah tersadar dengan kasus ini. Motor itu satu-satunya yang mereka miliki & masih dalam masa angsuran.

Mereka pasrah kalau harus mengganti DSLR 650D yang hilang. Tapi meminta waktu utk menyicil. Kami pun berusaha juga berempati dengan keadaan tersebut.

Berita ini kami sebarkan agar ROBY aka DAPIT MAHENDRA tahu dia JADI BURONAN. SAMPAI 12 TAHUN LAGI IA MASIH BURONAN! Dan dia harus sadar telah mendzalimi banyak orang!
Mohon doanya agar segera tertangkap. Boleh bantu dengan share agar tidak jatuh korban2 berikutnya.

Kami sediakan Hadiah 1 Juta untuk yang bisa membantu kami menangkap. Hubungi kami --> 085725719510.
--------------
Terimakasih.
IFRAME Rental Kamera

FEEL FREE TO SHARE...
Learn more »

Tips Menghindari Penipuan Jual Beli Online HP dan Gadget

Tips Menghindari Penipuan Jual Beli Online HP dan Gadget

Setiap Hari Adaa aja korban penipuan jual beli online Akun Google Adsense bergelimpangan. Selain itu ada modus penipuan dengan menjual blog atau website. Para Pemula atau Newbie selalu  yang jadi korban. Ya siapa lagi? Masak Mastah yang jadi korban?! Bearti belum mastah dia kali ... :)

Sayangnya Penipuan Jual Beli Online Akun Google Adsense, Blog, website ini sulit ditangkap. Masuknya cyber crime. Seharusnya sudah bisa.

Tapi demi menghindari hal ini terjadi sebaiknya para Newbie harus berhati-hati.

Baca juga ini: Tips Menghindari Penipuan Jual Beli Online Akun Google Adsense
Inilah beberapa Tips agar terhindar dari Penipuan Jual Beli Online apapun itu Baik google Adsense, Blog, HP atau handphone, atau apa saja.
  1. Pake rekening bersama terpercaya, atau di situs ternama tidak jaminan tidak melakukan penipuan, apalagi situs abal-abal atau akun tidak jelas.
  2. Mintai No. Rekening dan Laporkan No. rekening tersebut. Tapi hati-hati juga karena bisa jadi No. rekening rekening orang ketiga yang menjadi korban tersangka (kambing hitam) dan pelaku cuci tangan dari berbagai tuduhan
  3. Usahakan sendiri dan berhati-hati dari segala tawaran yang menggiurkan. Kadang pelaku tidak jera-jeranya mencari mangsa (korban) "Siapa lagi yang akan ditipu hari ini". Semog aja kalau mereka masih menipu. Ini adalah penipuan terakhir yang mereka lakukan. Besok dia tobat atau mati.
  4. Laporkan ke situs stop penipuan, dengan data-data yg valid dan lengkap biar masuk blacklist uth orang.
 http://stoppenipuan.net/
 Demikian beberapa tips supaya jangan terkena penipuan, bagi yang pernah tertipu. Jangan kedua kali. Semoga hal ini tidak terjadi lagi.

Learn more »

Penipuan Jual Beli Online Akun Google Adsense

Penipuan Jual Beli Online Akun Google Adsense

Setiap Hari Adaa aja korban penipuan jual beli online Akun Google Adsense bergelimpangan. Selain itu ada modus penipuan dengan menjual blog atau website. Para Pemula atau Newbie selalu  yang jadi korban. Ya siapa lagi? Masak Mastah yang jadi korban?! Bearti belum mastah dia kali ... :)

Sayangnya Penipuan Jual Beli Online Akun Google Adsense, Blog, website ini sulit ditangkap. Masuknya cyber crime. Seharusnya sudah bisa.

Tapi demi menghindari hal ini terjadi sebaiknya para Newbie harus berhati-hati.

Baca juga ini: Tips Menghindari Penipuan Jual Beli Online HP dan Gadget
Inilah beberapa Tips agar terhindar dari Penipuan Jual Beli Online apapun itu Baik google Adsense, Blog, HP atau handphone, atau apa saja.
  1. Pake rekening bersama terpercaya, atau di situs ternama tidak jaminan tidak melakukan penipuan, apalagi situs abal-abal atau akun tidak jelas.
  2. Mintai No. Rekening dan Laporkan No. rekening tersebut. Tapi hati-hati juga karena bisa jadi No. rekening rekening orang ketiga yang menjadi korban tersangka (kambing hitam) dan pelaku cuci tangan dari berbagai tuduhan
  3. Usahakan sendiri dan berhati-hati dari segala tawaran yang menggiurkan. Kadang pelaku tidak jera-jeranya mencari mangsa (korban) "Siapa lagi yang akan ditipu hari ini". Semog aja kalau mereka masih menipu. Ini adalah penipuan terakhir yang mereka lakukan. Besok dia tobat atau mati.
  4. Laporkan ke situs stop penipuan, dengan data-data yg valid dan lengkap biar masuk blacklist uth orang.

Demikian beberapa tips supaya jangan terkena penipuan, bagi yang pernah tertipu. Jangan kedua kali. Semoga hal ini tidak terjadi lagi.

Learn more »

Mengaku Sutradara dari PT Kharisma Persada Film Ardian Ganestra Menipu Masyarakat Sumbar

Mengaku Sutradara dari PT Kharisma Persada Film, Ardian Ganestra Menipu Masyarakat Sumbar

Ardian Ganestra bersama "istri muda"nya
Serombongan warga Padang malam-malam menyambangi kantor Polresta/Poltabes Padang. pada 26 Januari 2016.

Mereka mengadukan penipuan yang dilakukan oleh seorang yang mengaku sutradara bernama Ardian Ganestra.

Awalnya Ardian genstra ini mendatangi dan melobi dan melobi sekolah SD Baiturrahmah, sekitar bulan November. Namun karena tidak mendapatkan sambutan selayaknya, maka dia melobi kepala sekolah lainnya masih di Baiturrahmah untuk melakukan shooting film.

Kemudian dia mencari rental kamera, ketemulah dengan rantal kamera milik PH rumahan Minda Art Production berlokasi di Padang. Setelah basa basi deal, kamera dibawa dengan membayar 1,5 juta dari 4 juta  yang disepakati untuk pemakaian selama 2 minggu. Pihak Minda Art Production yakin bahwa Ardian Ganestra yang mengaku dari PT Kharisma Persada Film ini memang akan membuat film. karena memang ada film yang di buatnya di Kalimantan "Setetes Darah Kehidupan, dan juga film yang di Semarang "Namaku Fitri". Berdasarkan itulah pihak perental yakin bahwa dia benar-benar membuat film, pada hari pertama pembuatan film juga mengecek, betul ada shooting film di SD Baiturrahmah.

Cerita berlanjut ke pembuatan film, memang dilakukan pembuatan film. Para pemain direkrur melalui audisi yang katanya para juri dari Jakarta. Ternyata di akhir-akhir terbukti bukan dan lokal Padang. setelah selesai pembuatan satu film, kamera berlogo Indosiar yang memang asli logo indosiar itu dikembalikan dan menambah 1,5 jt lagi sisa sewa. Jadi Total baru 3 juta dari 4 jt yang dijanjikan. dan berjanji akan mebayarnya lunas pada saat penyewaan untuk film yang kedua.

Akhirnya pada tanggal 23 Desembar kamera kembali disewa dengan membayar sisa biaya sewa. sebesar Rp 1 juta lagi. Sampai berita ini di tulis belum ada mengembalikan kamera. Malah, kru dan pemain meributkan kena tipu sang "sutradara penipu" ini yang raib entah kemana. Akhirnya setalah pertemuan sepakan melaporkan ke pihak yang berwajib malam itu juga 26 Januari 2016.
Modus penipuan ini dikhawatirkan akan berlanjut ke sekolah-sekolah atau dinas instansi terkait, tidak terkecuali lembaga dan aparat keamanan dilibatkannya.

Harap berhati-hati kepada siapapun untuk agar tidak menjadi korban berikutnya. Kalau menjumpai oknum bersangkutan harap segera laporkan ke pihak yang berwajib. Berita acara pengaduan dan pelaporan dilakukan di Polresta/Poltabe Padang.
Film yang tak jadi Launching
Warga padang korban penipuan Ardian Ganestra melepor polisi

BACA Penipuan mengatas namakan sutradara

Learn more »

Hati-hati 3 Modus Penipuan Kartu Kredit ini

Hati-hati 3 Modus Penipuan Kartu Kredit ini


Kartu kredit memang sebuah metode pembayaran yang canggih dengan teknologi mutakhir. Namun, seiring dengan terciptanya metode pembayaran yang lebih canggih seperti kartu kredit, para pelaku kejahatan juga semakin kreatif dalam usahanya untuk mencuri uang.

Kali ini, pilihkartu.com telah merangkun 3 modus penipuan kartu kredit. Ketiga modus penipuan kartu kredit tersebut adalah penipuan berkedok penambahan limit kartu kredit, phishing, dan skimming. Di bawah ini kami jelaskan satu per satu mengenai masing-masing modus penipuan kartu kredit tersebut

    Penipuan kartu kredit dengan modus penambahan limit kartu kredit

Beberapa bulan lalu, dikabarkan bahwa polisi membekuk dua pelaku penipuan kartu kredit yang bermoduskan penambahan limit kartu kredit. Dalam menjalankan aksinya, kedua pelaku mengaku sebagai pegawai perusahaan kartu kredit. Keduanya beraksi dengan menelepon korban dan menawarkan penambahan limit kartu kredit.
Mockingjay Hirose

Ketika nasabah percaya, pelaku mengatur pertemuan dengan korban untuk mengambil KTP dan kartu kredit korban. Supaya lebih meyakinkan korban, pelaku memotong kartu kredit korban secara langsung. Padahal kartu yang dipotong bukan asli kartu kredit korban, hal tersebut dilakukan dengan cepat sehingga korban tidak menyadari.

Setelah berhasil membawa kartu kredit korban beserta identitasnya, pelaku langsung menggunakannya untuk transaksi pembelanjaan dan tarik tunai. Fantastisnya lagi adalah setiap kartu kredit yang mereka rampas rata-rata memiliki limit hingga puluhan juta rupiah.

Jika anda ingin menaikkan limit kartu kedit anda, sebaiknya hubungi langsung pihak penyedia kartu kredit anda atau pelajari TRIK JITU MENAIKKAN LIMIT KARTU KREDIT.

    Phishing

Phishing adalah tindakan memperoleh informasi pribadi nasabah seperti user ID, PIN, nomor rekening bank, dan nomor kartu kredit anda secara tidak sah. Informasi penting ini kemudian digunakan penipu untuk mengakses rekening, atau melakukan penipuan kartu kredit.

Phishing dilakukan dengan berbagai cara, di antaranya yang paling umum seperti:

    Menggunakan alamat email palsu untuk menyesatkan nasabah. Pelaku profesional juga sering mencantumkan logo atau merk dagang milik lembaga resmi seperti bank atau penerbit kartu. Pemalsuan dilakukan untuk meminta korban menyerahkan data-data pribadi seperti password, PIN, dan nomor kartu kredit.
    Membuat situs palsu yang sama persis dengan situs resmi. Pelaku kemudian mengirimkan email yang memuat link ke situs palsu tersebut.
    Membuat hyperlink ke website palsu atau menyediakan form isian yang ditempelkan pada email yang dikirim.

Untuk menghindari phishing, pastikan tidak pernah memberitahukan user ID dan PIN kepada siapapun, karena pihak Bank sendiri tidak akan pernah menanyakan PIN untuk alasan apapun.

    Skimming

Skimming adalah tindakan pencurian data informasi kartu kredit tanpa sepengetahuan pemilik kartu. Pencurian informasi ini dengan menggunakan perangkat elektronik kecil penyalin informasi (skimmer) yang biasanya dipasang pada ATM ataupun mesin EDC.

Pemilik kartu seringkali tidak sadar jika kartu kredit mereka telah tercuri datanya. Umumnya mereka baru tersadar ketika melihat tagihan yang membengkak padahal tidak melakukan transaksi yang berlebihan dengan kartu kredit yang dimiliki.

Ketiga modus penipuan kartu kredit di atas, patut diketahui oleh para pemegang kartu. Metode pembayaran yang semakin canggih biarpun telah dilengkapi dengan keamanan berteknologi mutakhir tidak menjamin 100% kartu kredit anda terlindungi. Harus ada upaya pencegahan dari sisi pemilik kartu kredit supaya terhindar dari modus penipuan kartu kredit.
Learn more »

Diiming-imingi jadi Artis 1 kampung ditipu Ardian Ganestra

Ramai-ramai datangi kantor polisi 1 kampung orang ini ditipu Ardian Ganestra

Film Yang Tak jadi Launching

Adrian Ganestra sebagai Oknum Sutradara


Learn more »