Pilih melunasi kredit tanpa agunan (KTA) sebelum atau sesudah jatuh
tempo? Inilah pertanyaan terpenting pada abad ini. Tentunya bukan
penting buat semua orang, melainkan hanya buat yang hendak mengakses
atau sedang menikmati KTA.
KTA menjadi primadona karena mudahnya
proses pencairan. Tapi konsekuensinya adalah tenor relatif pendek dan
bunga secara umum besar.
Tiba-tiba aja nih dapat duit banyak entah rezeki darimana. Eh baru inget punya cicilan KTA. Lunasin sekarang gak yaaaa? (uang/Tribun)
Melunasi Kredit Sebelum Jatuh Tempo, Untung apa Buntung?
Ternyata, beberapa penyedia KTA juga
menerapkan biaya yang lumayan buat yang hendak melunasi sebelum
waktunya. Peminatnya pun jadi berpikir, melunasi KTA sebelum jatuh tempo
untung atau buntung ya?
Umumnya memang orang membayar lunas
pinjaman saat jatuh tempo. Namun bisa saja ada rezeki yang datang entah
dari mana sehingga kita bisa mempercepat pelunasan.
Sayangnya, hampir setiap penyedia
KTA, entah itu bank maupun lembaga keuangan lainnya punya syarat dan
ketentuan sendiri soal pelunasan dipercepat. Makanya kita harus teliti
betul baca perjanjian utang sebelum tanda tangan.
Ada yang membolehkan pelunasan
dipercepat jika cicilan sudah berjalan dua per tiga dari tenor pinjaman.
Ada juga yang bebas mau kapan saja mempercepat pelunasan.
Soal biaya penalti dan administrasi
pun begitu, bervariasi. Jadi bila ada yang kurang jelas, jangan takut
bertanya. Petugasnya gak bakal gigit kok.
Kok jadi tambah mahal sih? Nah lhoo (bingung/bungkusdah)Umumnya, rumus yang dipakai untuk hitungan melunasi KTA sebelum jatuh tempo adalah: Sisa pokok pinjaman + bunga berjalan + penalti + administrasi pelunasan dipercepat + denda keterlambatan (kalau ada)
Kita pakai contoh kasus KTA Budi senilai Rp 100 juta dengan tenor tiga tahun (36 bulan) dan bunga flat 2 persen per bulan. Pada bulan ke-20, dia berniat melunasi seluruh utang KTA-nya karena ada rezeki lebih. Pihak pemberi KTA Budi menerapkan penalti sebesar 5 persen dari sisa pokok pinjaman dan biaya administrasi Rp 100 ribu. KTA: Rp 100 juta Tenor: 36 bulan Bunga: 2 persen per bulan Penalti: 5 persen dari sisa pokok pinjaman Bea adm: Rp 100 ribu Jumlah cicilan pokok Budi per bulan: Rp 100 juta : 36 = Rp 2.777.777 (bila sampai bulan ke-19, totalnya Rp 52.777.763) Jumlah bunga per bulan = 2% x Rp 100 juta = Rp 2.000.000 (bila sampai bulan ke-19, totalnya Rp 38 juta) Total cicilan per bulan= Rp 4.777.777. Pelunasan akan dilakukan pada bulan ke-20, berarti total cicilan Budi hingga bulan ke-19 = Rp 4.777.777 x 19 = Rp 90.777.777. Adapun sisa pokok pinjaman Budi = Rp 100 juta – Rp 52.777.763 = Rp 47.222.237 Bunga berjalan = total bunga –
akumulasi bunga hingga bulan ke-19 = (2% x 100 juta x 36) – 38 juta = 72
juta – 38 juta = Rp 34 juta Penalti: 5% x Rp 47.222.237 = 2.361.111 Dengan rumus pelunasan dipercepat seperti disebutkan di atas, berarti dana yang perlu disiapkan Budi: Rp 47.222.237 + Rp 34 juta + Rp 2.361.111 + Rp 100 ribu + Rp 0 = Rp 83.583.348 Artinya, total pengembalian pinjaman Budi jika pelunasan dipercepat sebesar Rp 90.777.777 + Rp 83.583.348 = Rp 174.361.125. Nah, bagaimana bila Budi melunasi
sesuai dengan perjanjian awal? Tinggal hitung saja cicilan pokok
ditambah bunga dikali 36 bulan = Rp 171.999.972 Ada selisih sekitar Rp 2,3 juta jika
Budi melunasi KTA pada bulan ke-20 atau sekitar 1 tahun sebelum jatuh
tempo. Itu jika pakai hitungan dengan rumus di atas, ya.
Kesimpulan Intinya adalah dana yang dikeluarkan
untuk melunasi KTA sebelum jatuh tempo bakal lebih besar dibanding
mencicil bulan demi bulan sesuai dengan perjanjian.
Sebab, ada biaya tambahan berupa
penalti dan administrasi. Biaya tambahan itu ada karena kita dianggap
melanggar perjanjian kredit lantaran melunasi sebelum jatuh tempo.
Yang menjadi pertanyaan adalah berapa
selisih dana tersebut? Dalam kasus Budi di atas, selisihnya hanya Rp2,3
juta. Bisa dibilang kecil ketimbang risiko menanggung utang.
Ketika memiliki utang, berarti ada beban pada keuangan. Cicilan per bulan akan mempengaruhi kondisi finansial.
Misalnya, jadi harus serba hemat dan menunda beli kebutuhan. Nah, setelah utang bisa lebih cepat dilunasi, napas keuan
Nah udah tahu kan akibatnya kalau ngelunasin KTA sebelum jatuh tempo. Cicil-cicil aja deh yang penting gak kena biaya pinalti (uang/Jalantikus)gan kita pun bakal lebih longgar. Duit sebesar Rp 2,3 juta itu gak ada
apa-apanya dibanding bila kita terus hidup dengan ikat pinggang yang
ketat. Apalagi sampai setahun lebih seperti dalam contoh kasus Budi.
Kalau perlu, mintalah simulasi total
dana yang mesti kita keluarkan bila hendak melunasi KTA sebelum jatuh
tempo. Biar gak ada masalah di kemudian hari.
Mengambil KTA itu bukan keputusan
yang bisa dianggap enteng, karena dampaknya bakal dirasakan sampai
bertahun-tahun kemudian. Makanya teliti dan cermat soal perjanjian
kredit adalah suatu keharusan. Kalau gak baca perjanjian, begitu kena
biaya besar langsung teriak menuding ada penipuan. Kita jangan sampai
masuk kategori ini, ya.
Pentingnya Financial Planning dalam merencanakan Masa Depan
Banyak orang takut dan merasa tidak nyaman dalam mengelola keuangan. Hal tersebut adalah hal yang lumrah dan bahkan saya sendiri pun juga pernah mengalami hal tersebut.
Di tengah maraknya gaya hidup metropolitan, hampir sulit sekali untuk menabung. Yang paling parah setiap gajian, uang kita langsung habis untuk membayar tagihan-tagihan yang muncul.
Saya sendiri juga pernah mengalami hal tersebut. Bahkan lebih parah... gaji saya hanya cukup untuk membayar BUNGA kartu kredit pada tahun 2006. Bayangkan bagaimana semangat kerja saya saat itu sangat rendah sekali. Karena saya sadar saya sudah dalam posisi sulit dan tidak tahu harus mencari solusi kemana.
Waktu berlalu dan saya termasuk sedikit orang yang beruntung untuk dapat lepas dari jeratan hutang konsumtif. Singkat cerita semenjak itu saya mulai belajar mengenai financial planning / perencanaan keuangan.
Bagi Anda yang masih berada di posisi terjepit hutang, saran saya mulailah mencari bantuan. Karena seorang perencana keuangan yang baik dapat membantu merencanakan keuangan Anda. Tentu saja akhirnya Anda sendiri harus disiplin menjalankan rencana tersebut.
Selamat bagi Anda yang sudah terlepas dari jeratan hutang konsumtif atau memiliki harta jauh lebih banyak dibanding hutang. Namun hidup bukan hanya soal uang saja. Anda tentu juga memiliki tujuan dalam hidup, entah itu dana pensiun, jalan-jalan keluar negeri, ibadah, menyekolahkan anak dan lain-lainnya. Dengan perencanaan keuangan yang tepat dan baik, Anda dapat mencapai seluruh tujuan hidup yang Anda inginkan.
Mari membuat Perencanaan Keuangan bersama Financial Life Consulting
Ada beberapa alasan mengapa Financial Life Consulting dapat membuat hidup Anda jauh lebih mudah:
Saya sadar Anda adalah individu produktif yang memiliki kegiatan-kegiatan. Waktu Anda bahkan terkadang berasa kurang. Financialive Advisor dapat dengan mudah merencanakan keuangan bagi Anda.
Berbicara tentang uang adalah hal yang sensitif, bahkan terkadang dengan keluarga sendiri. Anda membutuhkan orang yang dapat dipercaya untuk membicarakan kondisi keuangan. Financialive Advisor memiliki perencana keuangan tersertifikasi dan berkode etik yang siap membantu Anda.
Mungkin ada beberapa dari Anda yang sudah semakin dekat dengan usia pensiun. Perencana keuangan dapat memastikan bahwa Anda memiliki dana pensiun ketika Anda pensiun nanti. Selagi muda Anda mungkin dapat berbuat kesalahan dan seiring waktu memperbaikinya. Pada saat mendekati usia pensiun kita memiliki waktu yang terbatas dan harus berhati-hati.
Peraturan ahli waris, perpajakan, kredit dan lain-lain senantiasa berubah. Hampir sulit untuk mengikuti terus menerus bagi Anda yang tidak berkecimpung di bidang tersebut. Perencana keuangan tersertifikasi dapat membantu memberikan informasi terbaru mengenai permasalahan tersebut.
Tidak hanya Anda. Saya juga menginginkan orang yang berkompeten dan ahli dalam mengelola keuangan Contoh saja saya ingin investasi di bidang reksadana. Tidak mungkin saya mempercayakan pengelolaan uang saya kepada orang yang tidak mengerti mengenai reksadana. Saya pasti akan mencari orang yang mengerti instrumen investasi tersebut agar investasi tersebut dapat berkembang dan mencapai tujuan finansial saya. Saya rasa Anda pun juga akan berbuat demikian.
Anda ingin mencapai tujuan hidup Anda. Dengan dukungan perencanaan keuangan yang baik hal itu akan lebih mudah diwujudkan. Memang uang tidak dapat membeli segala-galanya, namun dengan memiliki uang yang cukup, Anda dapat melakukan kegiatan yang Anda inginkan untuk mencapai tujuan hidup tersebut. Sisi positifnya Anda juga akan merasa aman secara finansial.
Ketika Anda memiliki banyak sekali harta, maka akan semakin kompleks juga dalam mengelola harta tersebut. Jikalau tidak bijak dalam mengelola, tidak menutup kemungkinan kekayaan Anda tidak bertambah atau bahkan menurun. Dengan bantuan Financialive Advisor, harta Anda dapat dikelola untuk mencapai tujuan keuangan dan tujuan hidup Anda.
Anda harus mengambil keputusan penting dan Anda tidak tahu harus mengambil keputusan yang mana. Contohnya pilihan mana yang lebih tepat antara deposito, ori,sukuk retail, reksa dana, saham, emas, property dan lain-lain. Dana terbatas, namun banyak sekali pilihan instrumen investasi yang ada.
Anda sudah rajin menabung dan menyisihkan pendapatan Anda, tapi rasanya tetap saja uang Anda tidak bertambah dan cukup untuk kebutuhan Anda nanti nya. Perencana keuangan yang baik mampu memberikan rencana-rencana investasi untuk menumbuhkembangkan aset yang Anda miliki agar dapat memenuhi kebutuhan hidup Anda di masa depan.
Terlalu banyak informasi mengenai keuangan, forex, bisnis dari internet, tv, radio dan media-media lainnya. Informasi terlalu banyak ini mengakibatkan kebingungan mana yang benar dan mana yang hanya sekedar bumbu marketing. Sudah menjadi tugas kami untuk memberikan gambaran teknik dan instrumen investasi yang sesuai dengan profil resiko Anda.
How do I manage business finances right for an entrepreneur? To manage your business finances correctly, it takes the name of 'financial discipline'. This time we will discuss how to manage your business finances with '7 Financial Discipline'. This material is taken from the Book of Books essay Jaya Setiabudi Anti Bankrupt. How to Manage Financial Operations TrueHere's how to manage your business finances with 7 Financial Discipline.
Separate Personal Account of the Company. This is in order to avoid accidental use or considered money well. Although the company is 100% owned by you, this separation of accounts will make it easier for the accuracy of the calculation.
Monthly production budget. Include your salary. Salary yourself in accordance with the department and 'number' needs. If you have to borrow, calculated as cash receipt / debt to be paid on the next payday.
Create Cash Flow Projection. With cash flow projections, you know, when it will receive money, pay money, and will minus / plus money. With that precaution can be taken before the minus.
Create Cash Flow Statement. Ideally the financial statements (profit / loss and balance sheet). But, if it has not been possible because of the new business, at least make a statement out of money.
Separate Accounting and Cashier. If
part of the holding money (cash register) also makes the financial
statements, then there is potential for manipulation statements. For example, in the statement of cash available, it appears when there is no audited (used for private purposes).
Avoid Money Stay on Employees. Many events that brought money back home tend to be used, starting
from the ground spree Spree, his pain, his home town, until the cat was
injured.
Perform Periodically check the stock. Cracks manipulation is stock that has been sold, unsold reported. As a result, his money was already gone.About the Book Anti BankruptHow to Manage Financial UsahaKitab Anti Bankrupt is the second book of the founder YukBisnis: Jaya Setiabudi. The first book written by Jaya Setiabudi is a best-selling book "The Power of Trapped". This book discusses the story of bankruptcy and revival, tricks and tactics of the things that can lead to bankruptcy.Anti Bankrupt book consists of chapters as follows:- Illogical- It's Bankrupt- 7 Cause of Bankruptcy
Loss Length Profit dummy Factors Others Unpredictable Rust Technicians Own self Complication
How to Manage Financial Operations and Financial Discipline 7 is one
of the causes of the discussion in Chapter 7 Bankruptcy (Loss Length).For those of you who want to get the Bible Ebook Anti Bankrupt, can be
ordered to Yubistore, online store founded by Jaya Setiabudi.