Feature news

Showing posts with label Gempa Sumbar. Show all posts

Korban Gempa Pesisir Selatan Sumbar, 1 Orang Tewas & 18 Luka (UPDATE)

Korban Gempa Pesisir Selatan Sumbar, 1 Orang Tewas & 18 Luka (UPDATE)


Bencana gempa bumi berkekuatan 6,5 Scala Richter di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar) mengakibatkan satu orang tewas, atasnama Awaludin RS (80) warga Padang Utara, Kota Padang. 

Informasi yang dirangkum Okezone, korban diduga mendapat serangan jantung terjadi ketika gempa. Hingga akhirnya menghembuskan napas terakhir satu jam setelah gempa.

Sementara korban luka-luka masih di Kota Padang. Dua korban dirawat RSUP M. Djamil, karena mengalami luka serius. Salah satunya bernama Geby Samantha (21), mahasiswa Unand yang tinggal di Kampung Duri, Kelurahan Kapalo Koto, Kecamatan Pauh Kota Padang. Ia mengalami patah kaki akibat ditimpa temannya yang meloncat dari lantai 2 tempat kos.

(Baca: Gempa di Pesisir Selatan Sumbar, Sembilan Orang Terluka)

Korban lainnya bernama Rozi Imuvel Ayunda (22) yang terluka di bagian tangan akibat terjatuh dari lantai 2 dan mengenai besi pagar rumah di Kompleks Pondok Permai, Jalan Garuda Belakang PDAM Ulu Gadut, Kecamatan Pauh.

Sementara di Kabupaten Pesisir Selatan, dari data Surveilens dan Penanggulangan Masalah Kesehatan Akibat Bencana Kejadian Luar Biasa Dinas Kesehatan Kabupaten Pesisir Selatan ada 16 korban luka-luka yang tersebar di beberapa kecamatan dan diobati di Puskemas dan RSUD M Zein Painan.

Korban yang di Kabupaten Pesisir Selatan itu ada yang mengalami luka ringan akibat tertimba perabotan, sehingga membuat korban patah tulang.
(Ari)
Learn more »

Jatuh dari Lantai Dua saat Gempa Sumbar, Tubuh Rozi Tertancap di Pagar

akibat gempa
Gempa 6,5 Skala Richter terjadi pesisir selatan Sumatera Barat pagi tadi. Getaran gempa yang cukup kuat, membuat warga di provinsi itu dan provinsi tetangga panik dan berhamburan ke luar rumah.

Rozi Imuvel Ayunda (22) menjadi korban saat getaran gempa terasa kuat di Padang. Bermaksud keluar rumah ketika gempa datang, Rozi malah terjatuh lalu dadanya tertusuk pagar besi.

Rozi mengisahkan, dia sedang tidur di lantai dua rumah sepupunya di Perumahan Pondok Permai Gadut, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang. Tiba-tiba rumah bergoyang dan Rozi langsung ke luar lewat atap kanopi.

“Saat saya lewat itu gempa masih mengguncang membuat saya terpeleset dan langsung jatuh. Di bawahnya ada pagar rumah, dada saya tertancap di pagar dan kedua telapak tangan saya,” ujarnya, Kamis (2/6/2016)

Rozi berusaha sendiri melepaskan tubuhnya dari pagar besi yang menusuk. Setelah berhasil, dia langsung dibawa ke Rumah Sakit Semen Padang oleh tetangga dan keluarganya. “Namun dirujuk ke RSUP dr. M Djamil Padang,” katanya.

Nurhammah (37), keluarga Rozi mengungkapkan, dari hasil rontgen lukanya cukup dalam tapi tidak sampai melukai organ vital tubuhnya. Dia mengisahkan, begitu Rozi berhasil lepas dari besi yang menancap di dada, darah langsung muncrat.

"Rozi bilang ada rasa nyeri di bawah dadanya. Sangat sakit katanya. Rencananya hari ini akan dioperasi,” tuturnya.

Selain Rozi, ada satu pasien lainnya yang dirawat di RSUD M, Djamil Padang akibat gempa. Pasien itu bernama Geby Samantha (21), mahasiswa Fakultas Peternakan Universitas Andalas.

Korban terluka setelah tertimpa temannya yang jatuh dari lantai dua rumah kos mereka, saat gempa terjadi. Kosan Geby berada di Kampung Duri Kapalo Koto Limau Manis, Kecamatan Pauh, Padang.

“Ketika temanya terjatuh, dia ada di bawah dan tubuh temannya menimpa korban ini membuat tulang betis besar bagian kirinya patah,” kata Jifi dari Pusdalops PB Sumbar.

Source: OkeZone News
Learn more »

Gempa di Pesisir Selatan Sumbar, Sembilan Orang Terluka

Gempa 6,5 skala Richter (SR) yang mengguncang Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, sekira pukul 05.56 WIB tadi, mengakibatkan sembilan orang mangalami luka-luka. Mereka terluka akibat terkena pecahan kaca dan tertimpa peralatan rumah tangga.

Petugas Surveilens dan Penanggulangan Masalah Kesehatan Akibat Bencana Kejadian Luar Biasa Dinas Kesehatan Kabupaten Pesisir Selatan, Ratih Pramurti, mengatakan bahwa data sementara ada sembilan korban terluka akibat gempa dan kini dirawat di beberapa puskemas serta rumah sakit di sana.

Dua orang dirawat di RSUD dr M Zein Pesisir Selatan. Korban pertama adalah Doni (23) yang mengalami luka di telapak kaki akibat terkena pecahan kaca saat berlari keluar ketika gempa. NAmun, ia kini sudah diizinkan pulang.

“Korban kedua adalah Leonardo Pradana (17), kejadiannya di daerah Salido. Korban ini luka pada telapak kaki sebelah kiri. Korban saat ini sedang mendapat perawatan di IGD,” katanya, Kamis (22/5/2016).

Kemudian terdapat juga korban yang dirawat di Kecamatan Lengayang bernama Winarti (35) dengan kondisi luka berat. Berikutnya, Susi (5) dan Raka (3,5) yang menderita luka ringan. “Mereka dirawat di Puskemas Kambang. Korban gempa Puskesmas Air Haji satu orang bernama Inang Ujang (45). Baru itu yang kita dapat informasi,” ujar Ratih.

(Baca juga: BPBP Mukomuko Masih Mendata Kerusakan Akibat Gempa)

Informasi terbaru diterima Dinkes Kabupaten Pesisir Selatan bahwa di daerah Balai Selasa ada tiga lagi korban. “Kita belum informasi detail, yang jelas ada tiga orang, dan banyak bangunan yang rusak di sana,” pungkasnya.

Sumber: Okezone News
Learn more »

Gempa 2 Juni 2016, Dikabarkan 3 Unit Rumah Rusak

rusak akibat gempa
Tiga unit rumah di Kambang, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat dilaporkan rusak ringan akibat gempa 6,5 skala Richter yang mengguncang daerah itu pada Kamis (2/6) pagi.
 
“Laporan sementara tiga rumah rusak ringan, kondisi teras retak,” kata Kabag Humas Pemkab Pesisir Selatan, Sabrul Bayang saat dikonfirmasi dari Padang.

Ia mengatakan saat ini masih terus dilakukan pendataan kerusakan yang ditimbulkan oleh gempa berkekuatan 6,5 skala Richter (SR) tersebut.

Gempa yang berpusat di 79 kilometer barat daya Pesisir Selatan pada kedalaman 72 kilometer itu guncangannya dirasakan cukup kuat oleh warga setempat.

Salah seorang warga Ujung Air Pesisir Selatan, Peren (40), mengatakan ketika gempa bumi terjadi, aliran listrik langsung padam dan warga panik.

“Warga langsung berlarian ke luar rumah, saat itu situasi masih gelap,” kata dia.

Ia mengatakan getaran gempa dirasakan cukup kuat menyebabkan barang-barang yang ada dalam rumah berserakan.

“Kami khawatir setelah gempa, listrik padam jadi tidak tahu informasi apapun,” katanya.

Selain aliran listrik terputus, katanya, air laut naik sekitar 1,5 meter.
Ia mengatakan saat ini aktivitas warga sudah kembali normal seperti biasa.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Padang Panjang memastikan gempa yang mengguncang Sumbar pada pukul 05.56 WIB dengan kekuatan 6,5 SR itu tidak menimbulkan tsunami.

“Gempa berpusat pada 79 kilometer barat daya Pesisir Selatan, tidak berpotensi tsunami,” kata Kepala Stasiun Geofisika Kelas I BMKG Padang Panjang Rahmat Triyono.

Getaran gempa juga dirasakan hingga beberapa daerah, seperti Solok Selatan dan Kota Solok.

Source: TanjungPuraTime
Learn more »